Apa Itu Morning Sickness?

apa itu morning sickness
Morning sickness, juga dikenal sebagai mual gravidarum, mual / muntah kehamilan (NVP), emesis gravidarum atau penyakit kehamilan adalah suatu kondisi yang mempengaruhi lebih dari 50% dari semua wanita hamil. Wanita itu merasa mual, kadang-kadang muntah dan sering lelah. Wanita yang menggunakan kontrasepsi hormonal atau HRT (hormone replacement therapy) mungkin juga memiliki gejala morning sickness.

Biasanya, morning sickness terjadi pada jam-jam awal pagi, dan seiring waktu secara bertahap akan meningkat. Namun, beberapa ahli mengatakan bahwa istilah ini keliru karena morning sickness bisa juga datang setiap saat sepanjang hari. Mual mungkin ringan, atau cukup parah sampai muntah-muntah.

Kadang-kadang saking parahnya sehingga seorang wanita bisa menderita dehidrasi, penurunan berat badan, alkalosis (penurunan berbahaya dalam keasaman normal darah) dan hipokalemia (kalium darah rendah). Ketika terjadi gejala yang sangat parah, kondisi ini disebut hiperemesis gravidarum, dan terjadi di sekitar 1% dari seluruh kehamilan. Menurut National Health Service (NHS), Inggris, sekitar 28% wanita mengalami mual tanpa muntah.

Mual dan muntah tersebut biasanya akan terjadi selama 6 minggu kehamilan, tetapi dalam beberapa kasus bisa menyerang pada minggu kedua. Bagi banyak wanita, gejala morning sickness adalah tanda-tanda pertama dari kehamilan. Di kebanyakan wanita hamil, morning sickness biasanya akan mereda setelah 12 minggu kehamilan. Namun, bagi sebagian wanita gejala morning sickness bisa terus berlangsung sepanjang kehamilan mereka.

Dalam sebagian besar kasus, mual dan muntah dalam kehamilan (NVP) (meski merupakan hal yang tidak menyenangkan) tidak memiliki risiko kesehatan bagi bayi, dan merupakan hal normal dari kehamilan. Bahkan, beberapa studi menunjukkan bahwa morning sickness selama kehamilan sering menjadi pertanda menuju kehamilan yang sehat, tingkat keguguran yang lebih rendah, dibandingkan dengan kehamilan tanpa mual dan atau muntah.

Beberapa perubahan pola makan, serta cukup istirahat biasanya sudah cukup untuk meredakan gejala morning sickness.

Meskipun dipandang sebagai hal yang lumrah saat hamil, NVP dapat mempengaruhi kualitas hidup ibu dan bagaimana dia menjalani aktifitas kegiatan sehari-hari. Wanita yang menerima dukungan baik dari keluarga dan teman cenderung jauh lebih baik mengatasinya.

Apa saja tanda dan gejala morning sickness?

Gejala adalah sesuatu yang seseorang rasakan dan laporkan, sementara tanda adalah sesuatu yang orang lain (seperti dokter) sudah bisa mendeteksinya. Misalnya, rasa sakit mungkin adalah gejala, sementara ruam mungkin merupakan tanda.

Morning sickness mungkin termasuk mual dan muntah, atau hanya mual tanpa muntah. Keadaan ini biasanya terjadi selama trimester pertama kehamilan. Menurut Mayo Clinic, Amerika Serikat, wanita hamil harus menghubungi dokter atau penyedia perawatan kesehatan jika:

  • Gejala mual atau muntah yang parah. 
  • Sedikit buang air kecil.
  • Urin berwarna gelap.
  • Merasa pusing ketika berdiri.
  • Pingsan ketika berdiri.
  • Muntah darah.

Apa faktor risiko untuk morning sickness? 

Faktor risiko adalah sesuatu yang meningkatkan kemungkinan akan berkembangnya suatu kondisi atau penyakit. Sebagai contoh, obesitas secara signifikan meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2.Dengan kata lain, obesitas merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe 2.

Setiap wanita hamil memiliki potensi untuk terkena morning sickness. Namun, risikonya lebih tinggi jika:

  1. Sebelum kehamilan, mengalami mual atau muntah dari: mabuk, migrain, akibat beberapa rasa makanan atau bau, atau pil KB.
  2. Mengalami morning sickness pada kehamilan sebelumnya.
  3. Sedang mengandung anak kembar, kembar tiga, kembar empat dan seterusnya.

Apa saja penyebab dari morning sickness?

Para ahli masih belum begitu yakin akan penyebab pasti morning sickness. Kebanyakan mereka setuju bahwa perubahan hormonal mungkin hal yang berperan.

Kadar estrogen - para ahli percaya bahwa morning sickness disebabkan oleh peningkatan tingkat sirkulasi hormon estrogen. Kadar estrogen mungkin 100 kali lebih tinggi selama kehamilan, dibandingkan dengan tingkat yang ditemukan pada wanita yang tidak hamil. Namun, tidak ada bukti yang menunjukkan adanya hubungan antara perbedaan kadar estrogen tersebut dengan mual dan atau muntah.

Tingkat progesteron - ketika seorang wanita hamil, tingkat hormon progesteronnya juga naik. Tingginya kadar progesteron akan mengendurkan otot uterus (rahim) untuk mencegah persalinan dini. Namun, juga dapat mengendurkan perut dan usus, sehingga asam lambung berlebih atau GERD (gastroesophageal reflux disease).

Hipoglikemia - gula darah rendah, yang disebabkan karena plasenta menguras energi dari tubuh ibu. Namun, belum ada satupun studi yang membuktikan hal ini.

Tingkat human chorionic gonadotropin (hCG) - ini adalah hormon yang diproduksi saat kehamilan dibuat oleh embrio yang berkembang tidak lama setelah pembuahan dan kemudian oleh bagian dari plasenta. Hormon ini dilepaskan untuk mencegah disintegrasi korpus luteum ovarium, dengan demikian akan mempertahankan produksi progesteron yang sangat penting untuk kehamilan. Beberapa ahli menyatakan mungkin ada hubungan antara hCG dan morning sickness.

Indera penciuman - selama kehamilan mungkin ada peningkatan kepekaan terhadap bau, yang mungkin akan terlalu merangsang pemicu mual.

Adaptasi evolusioner - beberapa ahli menyatakan bahwa morning sickness mungkin merupakan sebuah evolusi adaptasi yang melindungi ibu hamil dan bayi mereka dari keracunan makanan - sebuah sifat evolusi yang melindungi janin terhadap racun yang tertelan oleh ibu. Jika seorang wanita yang karena mengalami morning sickness, lalu kemudian tidak suka mengonsumsi makanan yang punya potensi tinggi terkontaminasi, seperti daging ayam, telur atau daging sapi, dan lebih memilih makanan dengan risiko kontaminasi rendah, seperti nasi, roti dan kerupuk, maka kemungkinan bertahan hidup bagi dirinya dan bayi dalam kandungannya akan meningkat.

Beberapa ilmuwan telah menemukan korelasi antara konsentrasi racun dalam makanan, dan selera dan bau yang menyebabkan jijik.

Manusia dewasa memiliki pertahanan terhadap racun tanaman, termasuk berbagai enzim detoksifikasi yang diproduksi oleh hati dan permukaan jaringan berbagai organ lain. Pada bayi dalam kandungan, pertahanan ini belum sepenuhnya dikembangkan, dan bahkan racun dalam jumlah yang relatif kecil bisa berbahaya. Kerentanan janin terhadap racun akan mengalami puncaknya pada sekitar tiga bulan, kurang lebih waktu puncak kerentanan ibu hamil terhadap morning sickness (setelah gejala cenderung turun).

Jika memang benar bahwa morning sickness merupakan mekanisme pertahanan ibu hamil terhadap konsumsi racun berbahaya, beberapa ahli menyatakan bahwa penggunaan obat anti-mual pada ibu hamil mungkin bukan ide yang baik. Di daerah-daerah di dunia di mana ibu memiliki akses ke makanan berkualitas tinggi (dengan risiko rendah kontaminasi), risiko tersebut mungkin kecil.

Mendiagnosis morning sickness.

Diagnosis morning sickness biasanya langsung mengidentifikasi gejala dan ciri. Jika sudah ada tanda dan gejala hiperemesis gravidarum atau muntah berlebihan, seorang dokter akan melakukan berbagai tes urine dan darah. Scan ultrasound juga dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi jumlah janin dan juga untuk melihat kondisi mendasar yang mungkin bisa menjadi faktor penyebab mual dan muntah. Jika tingkat ketone urine ditemukan tinggi, mungkin keadaan muntah parah bisa mengakibatkan ibu hamil menjadi kekurangan gizi.

Apa saja opsi pengobatan untuk morning sickness?

Untuk sebagian besar kasus morning sickness, pengobatan oleh dokter tidak diperlukan. Namun, ada beberapa hal yang bisa dilakukan oleh seorang wanita hamil untuk meringankan gejalanya. Berikut adalah beberapa opsinya:

Istirahat - kelelahan dapat membuat mual semakin parah. Cukup istirahat sangat penting.

Cairan - asupan cairan harus teratur dan dalam jumlah kecil. Hal ini dapat membantu mengurangi muntah. Mengisap es batu atau jus buah juga dapat membantu.

Makanan - mengkonsumsi lebih banyak makanan per hari dalam jumlah yang lebih kecil dapat membantu, terutama makanan tinggi karbohidrat. Makanan kering dan gurih, seperti kerupuk atau roti biasanya lebih baik daripada makanan manis atau pedas. Makanan dingin (karena sedikt tidak berbau) sering lebih baik daripada yang panas.

Perut - ibu hamil dengan morning sickness harus mencoba untuk menghindari perut kosong.

Pemicu - sangat mudah untuk mengidentifikasi pemicu mual. Menghindari hal-hal yang bisa menjadi pemicunya akan sangat membantu mengurangi frekuensi dan tingkat keparahan mual dan muntah.

Pengobatan - jika gejala masih parah, meskipun melakukan semua langkah-langkah untuk meringankan morning sickness seperti yang tercantum di atas, dokter mungkin akan merekomendasikan obat anti mabuk (anti-emetik) yang aman untuk digunakan selama kehamilan.

Jahe - beberapa studi telah menunjukkan bahwa suplemen jahe dapat membantu mengurangi gejala mual selama kehamilan. Perempuan harus membeli produk suplemen jahe dari sumber yang memiliki reputasi.

Acupressure - beberapa bukti juga menunjukkan bahwa acupressure dapat membantu meringankan gejala mual dan muntah pada wanita hamil.

Apa kemungkinan komplikasi dari morning sickness?

Hyperemesis gravidarum - Ini sangat jarang, namun jenis morning sickness yang parah ini diperkirakan akan mempengaruhi sekitar 1% dari semua wanita hamil. Dalam 90% kasus hiperemesis gravidarum akan berkurang mulai bulan kelima kehamilan.

Biasanya, wanita tidak bisa menjaga cairan tubuh karena muntah-muntah hebat. Ada risiko serius dehidrasi dan penurunan berat badan. Ada juga risiko alkalosis (penurunan berbahaya dalam keasaman normal darah) dan hipokalemia (kalium darah rendah). Wanita dengan gejala morning sickness berat harus mencari bantuan medis segera.

Menurut National Health Service (NHS), Inggris, jika seorang wanita memiliki hiperemesis gravidarum kemungkinan menyebabkan kerugian kepada bayi sangat kecil. Jika dia mengalami penurunan berat badan selama kehamilan ada peningkatan risiko melahirkan bayi berat badan lahir rendah.
Share this article :
 

Posting Komentar

 
Copyright © 2011. Tips Agar Hamil Sehat - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger